Aṅguttara Nikāya

10.15. Kewaspadaan

(1) “Para bhikkhu, makhluk-makhluk apa pun juga, apakah tanpa kaki atau berkaki dua, berkaki empat, atau berkaki banyak, apakah berbentuk atau tanpa bentuk, apakah memiliki persepsi atau tanpa persepsi, atau bukan tanpa persepsi juga bukan bukan-tanpa-persepsi, Sang Tathāgata, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna dinyatakan sebagai yang terunggul. Demikian pula, semua kualitas bermanfaat berakar pada kewaspadaan dan bertemu pada kewaspadaan dan kewaspadaan dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya.

(2) “Seperti halnya jejak-jejak kaki semua binatang yang berkeliaran di atas tanah dapat masuk ke dalam jejak kaki gajah, dan jejak kaki gajah dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, yaitu, dalam hal ukuran, demikian pula, semua kualitas bermanfaat berakar pada kewaspadaan dan bertemu pada kewaspadaan dan kewaspadaan dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya.

(3) “Seperti halnya semua kasau dari sebuah rumah beratap lancip condong ke arah puncak atap, miring ke arah puncak atap, bertemu di puncak atap, dan puncak atap dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula, semua kualitas bermanfaat berakar pada kewaspadaan dan bertemu pada kewaspadaan dan kewaspadaan dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya.

(4) “Seperti halnya, di antara semua akar harum, orrishitam dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula …

(5) “Seperti halnya, di antara semua inti kayu harum, kayu cendana merah dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula …

(6) “Seperti halnya, di antara semua bunga harum, bunga melati dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula …

(7) “Seperti halnya semua pangeran kecil adalah bawahan dari seorang raja pemutar-roda, dan raja pemutar-roda dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula …

(8) “Seperti halnya cahaya semua bintang tidak sebanding dengan seper enam belas dari cahaya rembulan, dan cahaya rembulan dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula …

(9) “Seperti halnya, di musim gugur, ketika langit cerah dan tanpa awan, matahari, naik ke langit, menghalau segala kegelapan dari angkasa sewaktu bersinar dan menyorot dan memancarkan cahayanya, demikian pula …

(10) “Seperti halnya, sungai besar mana pun juga—yaitu, Gangga, Yamunā, Aciravatī, Sarabhū, dan Mahī—semuanya mengarah menuju samudra, melandai, miring, dan condong ke arah samudra, dan samudra dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya, demikian pula, semua kualitas bermanfaat berakar pada kewaspadaan dan bertemu pada kewaspadaan dan kewaspadaan dinyatakan sebagai yang terunggul di antaranya.”