Aṅguttara Nikāya

10.47. Mahāli

Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Vesālī di aula beratap lancip di Hutan Besar. Kemudian Mahāli orang Licchavi mendatangi Sang Bhagavā, bersujud kepada Beliau, duduk di satu sisi, dan berkata kepada Beliau:

“Bhante, apakah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma buruk, bagi terjadinya kamma buruk?”

“Mahāli, (1) keserakahan adalah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma buruk, bagi terjadinya kamma buruk. (2) Kebencian adalah penyebab dan kondisi … (3) Delusi adalah penyebab dan kondisi … (4) Perhatian tidak seksama adalah penyebab dan kondisi … (5) Pikiran yang diarahkan secara salah adalah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma buruk, bagi terjadinya kamma buruk. Ini adalah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma buruk, bagi terjadinya kamma buruk.”

“Bhante, apakah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma baik, bagi terjadinya kamma baik?”

“Mahāli, (6) ketidak-serakahan adalah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma baik, bagi terjadinya kamma baik. (7) Ketidak-bencian adalah penyebab dan kondisi … (8) tanpa-delusi adalah penyebab dan kondisi … (9) Perhatian seksama adalah penyebab dan kondisi … (10) Pikiran yang diarahkan dengan benar adalah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma baik, bagi terjadinya kamma baik. Ini adalah penyebab dan kondisi bagi dilakukannya kamma baik, bagi terjadinya kamma baik.

“Jika, Mahāli, kesepuluh kualitas ini tidak ada di dunia ini, maka perbuatan tidak baik, perbuatan yang bertentangan dengan Dhamma, dan perbuatan yang baik, perbuatan yang sesuai dengan Dhamma, tidak akan terlihat. Tetapi karena kesepuluh kualitas ini ada di dunia ini, maka perbuatan tidak baik, perbuatan yang bertentangan dengan Dhamma, dan perbuatan yang baik, perbuatan yang sesuai dengan Dhamma, menjadi terlihat.”