Aṅguttara Nikāya

4.162. Secara Terperinci

“Para bhikkhu, ada empat cara praktik ini. Apakah empat ini? (1) Praktik yang menyakitkan dengan pengetahuan langsung yang lambat; (2) praktik yang menyakitkan dengan pengetahuan langsung yang cepat; (3) praktik yang menyenangkan dengan pengetahuan langsung yang lambat; dan (4) praktik yang menyenangkan dengan pengetahuan langsung yang cepat.

(1) “Dan apakah, para bhikkhu, praktik yang menyakitkan dengan pengetahuan langsung yang lambat? Di sini, seseorang secara alami sangat rentan terhadap nafsu dan sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh nafsu. Secara alami ia sangat rentan terhadap kebencian dan sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh kebencian. Secara alami ia sangat rentan terhadap delusi dan sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh delusi. Kelima indria ini secara lemah muncul dalam dirinya: indria keyakinan, indria kegigihan, indria perhatian, indria konsentrasi, indria kebijaksanaan. Karena kelima indria ini lemah, maka ia lambat mencapai kondisi yang mencukupi bagi hancurnya noda-noda. Ini disebut praktik yang menyakitkan dengan pengetahuan langsung yang lambat.

(2) “Dan apakah praktik yang menyakitkan dengan pengetahuan langsung yang cepat? Di sini, seseorang secara alami sangat rentan terhadap nafsu … kebencian … delusi dan sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh delusi. Kelima indria ini secara menonjol muncul dalam dirinya: indria keyakinan … indria kebijaksanaan. Karena kelima indria ini secara menonjol, maka ia dengan cepat mencapai kondisi yang mencukupi bagi hancurnya noda-noda. Ini disebut praktik yang menyakitkan dengan pengetahuan langsung yang cepat.

(3) “Dan apakah praktik yang menyenangkan dengan pengetahuan langsung yang lambat? Di sini, seseorang secara alami tidak sangat rentan terhadap nafsu dan tidak sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh nafsu. Secara alami ia tidak sangat rentan terhadap kebencian dan tidak sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh kebencian. Secara alami ia tidak sangat rentan terhadap delusi dan tidak sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh delusi. Kelima indria ini secara lemah muncul dalam dirinya: indria keyakinan … indria kebijaksanaan. Karena kelima indria ini lemah, maka ia lambat mencapai kondisi yang mencukupi bagi hancurnya noda-noda. Ini disebut praktik yang menyenangkan dengan pengetahuan langsung yang lambat.

(4) “Dan apakah praktik yang menyenangkan dengan pengetahuan langsung yang cepat? Di sini, seseorang secara alami tidak sangat rentan terhadap nafsu … kebencian … delusi tidak sering mengalami kesakitan dan kesedihan yang ditimbulkan oleh delusi. Kelima indria ini secara menonjol muncul dalam dirinya: indria keyakinan … indria kebijaksanaan. Karena kelima indria ini menonjol, maka ia cepat mencapai kondisi yang mencukupi bagi hancurnya noda-noda. Ini disebut praktik yang menyenangkan dengan pengetahuan langsung yang cepat.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat cara praktik itu.”