Aṅguttara Nikāya

4.165. Sabar (2)

“Para bhikkhu, ada empat cara praktik ini. Apakah empat ini? Praktik yang tidak sabar, praktik yang sabar, praktik menjinakkan, dan praktik menenangkan.

(1) “Dan apakah, para bhikkhu, praktik yang tidak sabar? Di sini, seseorang tidak dengan sabar menahankan dingin dan panas; lapar dan haus; kontak dengan lalat, nyamuk, angin, panas matahari, dan ular-ular; ucapan-ucapan yang kasar dan menghina; ia tidak mampu menahankan perasaan jasmani yang muncul yang menyakitkan, menyiksa, tajam, menusuk, mengerikan, tidak menyenangkan, melemahkan vitalitas seseorang. Ini disebut praktik yang tidak sabar.

(2) “Dan apakah praktik yang sabar? Di sini, seseorang dengan sabar menahankan dingin dan panas … ucapan-ucapan yang kasar dan menghina; ia mampu menahankan perasaan jasmani yang muncul yang menyakitkan, menyiksa, tajam, menusuk, mengerikan, tidak menyenangkan, melemahkan vitalitas seseorang. Ini disebut praktik yang sabar.

(3) “Dan apakah, para bhikkhu, praktik menjinakkan? … [seperti pada 4:164] …

(4) “Dan apakah, para bhikkhu, praktik menenangkan? … [seperti pada 4:164] …

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat cara praktik itu.”