Aṅguttara Nikāya

4.173. Koṭṭhita

Yang Mulia Mahākoṭṭhita mendatangi Yang Mulia Sāriputta dan saling bertukar sapa dengannya. Ketika mereka telah mengakhiri ramah-tamah ini, ia duduk di satu sisi dan bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta:

(1) “Teman, dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”

(2) “Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah tidak ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”

(3) “Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah ada sekaligus juga tidak ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”

(4) “Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah bukan ada sekaligus juga bukan tidak ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”

“Teman, ketika engkau ditanya: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah ada yang lainnya lagi?’ engkau berkata: ‘Jangan berkata begitu, teman.’ Dan ketika engkau ditanya: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah tidak ada yang lainnya lagi? … Apakah ada sekaligus juga tidak ada yang lainnya lagi? … Apakah bukan ada sekaligus juga bukan tidak ada yang lainnya lagi?’ [dalam setiap pertanyaan] engkau berkata: ‘Jangan berkata begitu, teman.’ Dengan cara bagaimanakah makna dari pernyataan ini dipahami?”

(1) “Teman, jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, masih ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan. (2) Jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, tidak ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan. (3) Jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, ada sekaligus juga tidak ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan. (4) Jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah bukan ada sekaligus juga bukan tidak ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan.

“Teman, sejauh mana keenam landasan kontak menjangkau, sejauh itulah jangkauan proliferasi. Sejauh mana proliferasi menjangkau, sejauh itulah jangkauan enam landasan kontak. Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak maka lenyap pula proliferasi, meredanya proliferasi.”