Aṅguttara Nikāya

4.39. Ujjaya

Brahmana Ujjaya mendatangi Sang Bhagavā dan saling bertukar sapa dengan Beliau. Ketika mereka telah mengakhiri ramah tamah itu, ia duduk di satu sisi dan berkata kepada Sang Bhagavā:

“Apakah Guru Gotama memuji pengorbanan?”

“Aku tidak memuji segala pengorbanan, Brahmana, Aku juga tidak menolak pujian pada segala pengorbanan. (1) Aku tidak memuji pengorbanan kejam di mana ternak, kambing-kambing, domba-domba, ayam-ayam, dan babi-babi dibunuh, di mana berbagai makhluk digiring untuk disembelih. (2) Karena alasan apakah? Karena para Arahant dan mereka yang telah memasuki sang jalan menuju Kearahattaan tidak melakukan pengorbanan kejam.

(3) “Tetapi Aku memuji pengorbanan tanpa kekejaman di mana ternak-ternak, kambing-kambing, domba-domba, ayam-ayam, dan babi-babi tidak dibunuh, di mana berbagai makhluk tidak disembelih, yaitu, pemberian biasa, pengorbanan yang dipersembahkan melalui kebiasaan keluarga. (4) Karena alasan apakah? Karena para Arahant dan mereka yang telah memasuki sang jalan menuju Kearahattaan melakukan pengorbanan tanpa kekejaman.”

Pengorbanan kuda, pengorbanan manusia,
sammāpāsa, vājapeyya, niraggaḷa:
pengorbanan besar ini, penuh dengan kekejaman,
tidak berbuah besar.

Para bijaksana agung berperilaku benar
tidak melakukan pengorbanan
di mana kambing-kambing, domba-domba, ternak,
dan berbagai makhluk dibunuh.

Tetapi ketika mereka secara rutin mempersembahkan melalui kebiasaan keluarga
pengorbanan yang bebas dari kekejaman,
tidak ada kambing, domba, dan ternak
atau berbagai makhluk yang dibunuh.

Itu adalah pengorbanan yang dilakukan
para bijaksana agung berperilaku benar.
Orang bijaksana harus mempersembahkan ini;
pengorbanan ini sangat berbuah.

Bagi seseorang yang melakukan pengorbanan demikian
sesungguhnya adalah lebih baik, tidak pernah lebih buruk.
Pengorbanan demikian sungguh luas
dan para dewata juga bergembira.