Aṅguttara Nikāya

7.35. Mudah diperbaiki (2)

“Tadi malam, para bhikkhu, ketika malam telah larut, sesosok dewata tertentu dengan keindahan mempesona, menerangi seluruh Hutan Jeta, mendatangiKu, bersujud kepadaKu, berdiri di satu sisi, dan berkata kepadaKu: ‘Bhante, ada tujuh kualitas yang mengarah pada ketidak-munduran seorang bhikkhu. Apakah tujuh ini? Penghormatan kepada Sang Guru, penghormatan kepada Dhamma, penghormatan kepada Saṅgha, penghormatan kepada latihan, penghormatan kepada konsentrasi, mudah diperbaiki, dan pertemanan yang baik. Ketujuh kualitas ini mengarah pada ketidak-munduran seorang bhikkhu.’ Ini adalah apa yang dikatakan oleh dewata tersebut. Kemudian dewata tersebut bersujud kepadaKu, mengelilingiKu dengan sisi kanannya menghadapKu, dan lenyap dari sana.”

Ketika hal ini dikatakan, Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Sang Bhagavā:

“Bhante, aku memahami secara terperinci makna dari pernyataan yang diucapkan secara ringkas oleh Sang Bhagavā sebagai berikut. Di sini, seorang bhikkhu menghormati Sang Guru dan memuji penghormatan kepada Sang Guru; ia mendorong para bhikkhu lain yang tidak menghormati Sang Guru agar mengembangkan penghormatan kepada Sang Guru dan, pada waktu yang tepat, dengan tulus dan bersungguh-sungguh, ia memuji para bhikkhu yang menghormati Sang Guru. Ia sendiri menghormati Dhamma … menghormati Saṅgha … menghormati latihan … menghormati konsentrasi … mudah diperbaiki … memiliki teman-teman yang baik dan memuji pertemanan yang baik; ia mendorong para bhikkhu lain yang tidak memiliki teman-teman yang baik agar mencari teman-teman yang baik dan, pada waktu yang tepat, dengan tulus dan bersungguh-sungguh, ia memuji para bhikkhu yang memiliki teman-teman yang baik. Dengan cara inilah, Bhante, aku memahami secara terperinci makna dari pernyataan yang diucapkan secara ringkas oleh Sang Bhagavā.”

[Sang Bhagavā berkata:] “Bagus, bagus, Sāriputta! Bagus sekali engkau memahami secara terperinci makna dari pernyataan yang Kuucapkan secara ringkas seperti demikian.”

[Sang Buddha di sini mengulangi keseluruhan pernyataan Sāriputta, diakhiri dengan:]

“Seperti demikianlah, Sāriputta, makna dari pernyataan yang Kuucapkan secara ringkas harus dipahami secara terperinci.”