Aṅguttara Nikāya

8.65. Penguasaan

“Para bhikkhu, ada delapan landasan penguasaan ini. Apakah delapan ini?

(1) “Seseorang mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, terbatas, indah atau buruk. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang pertama.

(2) “Seseorang mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, tidak terbatas, indah atau buruk. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke dua.

(3) “Seseorang tidak mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, terbatas, indah atau buruk. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke tiga.

(4) “Seseorang tidak mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, tidak terbatas, indah atau buruk. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke empat.

(5) “Seseorang tidak mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, yang biru, berwarna biru, bercorak biru, bernuansa biru. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke lima.

(6) “Seseorang tidak mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, yang kuning, berwarna kuning, bercorak kuning, bernuansa kuning. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke enam.

(7) “Seseorang tidak mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, yang merah, berwarna merah, bercorak merah, bernuansa merah. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke tujuh.

(8) “Seseorang tidak mempersepsikan bentuk-bentuk secara internal melihat bentuk-bentuk secara eksternal, yang putih, berwarna putih, bercorak putih, bernuansa putih. Setelah menguasainya, ia menyadari sebagai berikut: ‘Aku mengetahui, aku melihat.’ Ini adalah landasan penguasaan yang ke delapan.

“Ini, para bhikkhu, adalah kedelapan landasan penguasaan itu.”