Madhyamāgama

58. Kotbah tentang Tujuh Harta Karun

Demikianlah telah kudengar: Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī, di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu, Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:

“Kalian seharusnya mengetahui bahwa ketika seorang raja pemutar-roda muncul di dunia, tujuh harta karun juga muncul di dunia.

“Apakah tujuh hal itu? Harta karun roda, harta karun gajah, harta karun kuda, harta karun permata, harta karun wanita, harta karun pelayan, dan harta karun penasehat—ini adalah tujuh hal itu.

“Kalian seharusnya mengetahui bahwa ketika seorang raja pemutar-roda muncul di dunia, tujuh harta karun ini muncul di dunia.

“Dengan cara yang sama, kalian seharusnya mengetahui bahwa ketika seorang Tathāgata, bebas dari kemelekatan dan tercerahkan sempurna, muncul di dunia, muncul juga di dunia tujuh harta karun faktor-faktor pencerahan. Apakah tujuh hal itu? Harta karun faktor pencerahan dari perhatian, faktor pencerahan dari penyelidikan fenomena, faktor pencerahan dari semangat, faktor pencerahan dari sukacita, faktor pencerahan dari ketenangan, faktor pencerahan dari konsentrasi, dan harta karun faktor pencerahan dari keseimbangan—ini adalah tujuh hal itu.

“Kalian seharusnya mengetahui bahwa ketika seorang Tathāgata, bebas dari kemelekatan dan tercerahkan sempurna, muncul di dunia, tujuh faktor pencerahan ini muncul di dunia.”

Ini adalah apa yang dikatakan Sang Buddha. Setelah mendengarkan perkataan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan mengingatnya dengan baik.