Saṃyuktāgama

154. Kotbah tentang Pandangan Ketidakmanjuran Persembahan

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kelangsungan dari sebab apakah, dengan melekat pada apakah, dengan dibelenggu dan terikat pada apakah, dengan melihat apakah sebagai diri, makhluk-makhluk memiliki pandangan seperti ini dan berkata seperti ini: ‘Tidak ada [manfaat] persembahan, tidak ada [manfaat] pengorbanan, tidak ada [manfaat] pelafalan, tidak ada kemunculan di alam-alam yang baik atau kemunculan di alam-alam yang buruk sebagai akibat perbuatan-perbuatan, tidak ada dunia ini ataupun dunia lain, tidak ada [kewajiban terhadap] ibu, tidak ada [kewajiban terhadap] ayah, tidak ada makhluk-makhluk hidup [yang muncul secara spontan], tidak ada para arahant di dunia ini yang telah sepenuhnya tiba dan sepenuhnya maju yang, dengan mengetahui dengan diri mereka sendiri di dunia ini dan dunia itu pada saat ini sepenuhnya berkembang dalam realisasi pribadi bahwa ‘kelahiran bagiku telah dilenyapkan, kehidupan suci telah dikembangkan, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, aku sendiri mengetahui bahwa tidak akan ada kelangsungan lebih jauh lagi’?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā adalah akar Dharma, mata Dharma, landasan Dharma …” diulangi dengan lengkap dengan cara yang sama dalam urutan dari tiga kotbah di atas.