Saṃyuktāgama

214. Kotbah Kedua tentang Dua Hal

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Terdapat dua kondisi untuk munculnya kesadaran. Apakah dua hal itu? Yaitu, mata dan bentuk, telinga dan suara, hidung dan bebauan, lidah dan rasa, badan dan sentuhan, pikiran dan objek pikiran … diulangi secara lengkap dengan cara ini sampai dengan … karena ini bukan dalam wilayah [jangkauan]nya. Mengapa demikian?

“Bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. [Mata] itu adalah tidak kekal, terkondisi, dipikirkan, muncul bergantungan. dan bentuk, seperti halnya kesadaran-mata, adalah tidak kekal, terkondisi, dipikirkan, muncul bergantungan.

“Pertemuan dari tiga hal ini adalah kontak. Setelah dikontak, terdapat perasaan. Setelah dirasakan, terdapat kehendak. Setelah dikehendaki, terdapat persepsi. Semua hal ini adalah tidak kekal, terkondisi, dipikirkan, muncul bergantungan. Itu yang adalah kontak, [perasaan], persepsi, dan kehendak [sehubungan dengan] telinga … hidung … lidah … badan … pikiran juga seperti ini.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.