Saṃyuktāgama

25. Kotbah tentang Terpelajar

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Kemudian seorang bhikkhu tertentu mendekati Sang Buddha, memberikan penghormatan kepada Sang Buddha dan mengundurkan diri untuk berdiri pada satu sisi. Ia berkata kepada Sang Buddha: “Seperti yang telah Sang Bhagavā katakan tentang terpelajar – bagaimana seseorang [menjadi] terpelajar?”

Sang Buddha berkata kepada bhikkhu itu: “Bagus, bagus. Engkau sekarang bertanya kepada-Ku makna dari terpelajar. Apakah seperti ini?” Bhikkhu itu berkata kepada Sang Buddha: “Benar, Sang Bhagavā.”

Sang Buddha berkata kepada bhikkhu itu: “Dengarkanlah dan perhatikan dengan seksama apa yang akan Ku-katakan kepadamu. Bhikkhu, engkau seharusnya mengetahui bahwa mendengar di mana kekecewaan dengan bentuk muncul, di mana seseorang bebas dari keinginan terhadapnya, di mana terdapat lenyapnya dan keadaan damai, ini disebut sebagai terpelajar. Dengan cara yang sama mendengar di mana kekecewaan dengan perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran muncul, di mana seseorang bebas dari keinginan terhadapnya, di mana terdapat lenyapnya dan keadaan damai, ini disebut sebagai terpelajar.”

Kemudian bhikkhu itu, yang mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, dipenuhi kegembiraan, memberikan penghormatan dan pergi.