Saṃyuktāgama

50. Kotbah Kedua kepada Ānanda

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagava berkata kepada Yang Mulia Ānanda: “Jika para pengembara dari luar [ajaran] datang dan bertanya kepadamu: ‘Ānanda, untuk alasan apakah Sang Bhagava mengajarkan orang-orang pengembangan kehidupan suci?’ Dengan ditanyakan dengan cara ini, bagaimanakah engkau akan menjawab?”

Ānanda berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagava, jika para pengembara dari luar [ajaran] datang dan bertanya kepadaku: ‘Ānanda, untuk alasan apakah Sang Bhagava mengajarkan orang-orang pengembangan kehidupan suci?’ aku akan menjawab: ‘Untuk mengembangkan kekecewaan sehubungan dengan bentuk jasmani, untuk bebas dari keinginan terhadapnya, untuk lenyapnya, untuk terbebaskan darinya, untuk tidak memunculkannya maka Sang Bhagava mengajarkan orang-orang pengembangan kehidupan suci.

“Untuk mengembangkan kekecewaan sehubungan dengan perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran, untuk bebas dari keinginan terhadapnya, untuk lenyapnya, untuk terbebaskan darinya, untuk tidak memunculkannya maka [Sang Bhagava] mengajarkan orang-orang pengembangan kehidupan suci’ Sang Bhagava, jika para pengembara dari luar [ajaran] bertanya kepadaku dengan cara ini, akan akan menjawab dengan cara ini.”

Sang Buddha berkata kepada Ānanda: “Bagus, bagus, bahwa engkau seharusnya menjawab dengan cara ini. Mengapa demikian? Aku sesungguhnya mengajarkan orang-orang pengembangan kehidupan suci untuk pengembangan kekecewaan sehubungan dengan bentuk jasmani, untuk bebas dari keinginan terhadapnya, untuk lenyapnya, untuk terbebaskan darinya, untuk tidak memunculkannya. Aku mengajarkan orang-orang pengembangan kehidupan suci untuk pengembangan kekecewaan sehubungan dengan perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran, untuk bebas dari keinginan terhadapnya, untuk lenyapnya, untuk terbebaskan darinya, untuk tidak memunculkannya.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, Yang Mulia Ānanda, yang mendengarkan apa yang dikatakan Sang Buddha, bergembira dan menerimanya dengan hormat.