Saṃyuktāgama

68. Kotbah tentang Enam Landasan Indera

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kalian seharusnya terus-menerus berlatih meditasi dengan tekun, menenangkan pikiran dari dalam, dan menyelidiki [kelompok unsur kehidupan] sebagaimana adanya.

“Bagaimanakah menyelidiki [kelompok unsur kehidupan] sebagaimana adanya? Dengan memahami sebagaimana adanya: ‘Inilah bentuk jasmani, inilah munculnya bentuk jasmani, inilah lenyapnya bentuk jasmani. Inilah perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran, inilah munculnya kesadaran, inilah lenyapnya kesadaran.’

“Apakah munculnya bentuk jasmani, munculnya perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran? Bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. Dengan bertemunya ketiganya, kontak muncul. Bergantung pada kontak, perasaan muncul. Bergantung pada perasaan, ketagihan muncul… sampai dengan… keseluruhan kumpulan besar dukkha ini muncul. Ini disebut munculnya bentuk jasmani.

“Dengan cara yang sama bergantung pada telinga… hidung… lidah… badan… pikiran dan objek pikiran, kesadaran-pikiran muncul. Dengan bertemunya ketiganya, kontak muncul. Bergantung pada kontak, perasaan muncul. Bergantung pada perasaan, ketagihan muncul… dengan cara yang sama sampai dengan… keseluruhan kumpulan besar dukkha ini muncul. Ini disebut munculnya bentuk jasmani, munculnya perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran.

“Apakah lenyapnya bentuk jasmani, lenyapnya perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran? Bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. Dengan bertemunya ketiganya, kontak muncul. Dengan lenyapnya kontak, perasaan lenyap… sampai dengan… keseluruhan kumpulan besar dukkha ini lenyap.

Dengan cara yang sama bergantung pada telinga… hidung… lidah… badan… pikiran dan objek pikiran, kesadaran-pikiran muncul. Dengan bertemunya ketiganya, kontak muncul. Dengan lenyapnya kontak, perasaan lenyap. Dengan lenyapnya perasaan… sampai dengan… keseluruhan kumpulan besar dukkha ini lenyap. Ini disebut lenyapnya bentuk jasmani, lenyapnya perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran.

“Oleh sebab itu, para bhikkhu, kalian seharusnya terus-menerus berlatih meditasi dengan tekun, menenangkan pikiran dari dalam.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, para bhikkhu, yang mendengarkan apa yang dikatakan Sang Buddha, bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Seperti halnya “menyelidiki”… sampai dengan… “menyadari”, dua belas kotbah seharusnya dibacakan secara lengkap dengan cara yang sama.