Saṃyuktāgama

79. Kotbah tentang Ajaran Singkat

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Bentuk jasmani masa lampau dan masa depan semuanya tidak kekal, apa yang harus dikatakan tentang bentuk jasmani masa sekarang! Seorang siswa mulia yang terpelajar yang menyelidikinya dengan cara ini tidak merisaukan bentuk jasmani masa lampau dan tidak bergembira dalam bentuk jasmani masa depan. Dengan menjadi kecewa dengan bentuk jasmani masa sekarang, ia menjadi bebas dari keinginan terhadapnya dan maju menuju lenyapnya. Perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran juga dengan cara ini.

“Para bhikkhu, jika tidak ada bentuk jasmani masa lampau, tidak akan [terjadi bahwa] siswa mulia yang terpelajar tidak merisaukan bentuk masa lampau. Karena terdapat bentuk jasmani masa lampau, siswa mulia yang terpelajar tidak merisaukan bentuk jasmani masa lampau.

“Para bhikkhu, jika tidak ada bentuk jasmani masa depan, tidak akan [terjadi bahwa] siswa mulia yang terpelajar tidak bergembira dalam bentuk jasmani masa depan. Karena terdapat bentuk jasmani masa depan, siswa mulia yang terpelajar tidak bergembira dalam bentuk jasmani masa depan.

“Para bhikkhu, jika tidak ada bentuk jasmani masa sekarang, tidak akan [terjadi bahwa] siswa mulia yang terpelajar membangkitkan kekecewaan terhadap bentuk jasmani masa sekarang, menjadi bebas dari keinginan terhadapnya, dan maju menuju lenyapnya. Karena terdapat bentuk jasmani masa sekarang, siswa mulia yang terpelajar membangkitkan kekecewaan terhadap bentuk jasmani masa sekarang, menjadi bebas dari keinginan terhadapnya dan maju menuju lenyapnya. Perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran seharusnya juga dibacakan dengan cara yang sama.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, para bhikkhu, yang mendengarkan apa yang dikatakan Sang Buddha, bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Seperti halnya “tidak kekal”, [demikian juga]dukkha”, “kosong” dan “bukan diri” tiga kotbah seharusnya dibacakan dengan cara yang sama.