Saṃyutta Nikāya

18. Kelompok Khotbah tentang Rāhula

2. Bentuk, dan seterusnya

… “Bagaimana menurutmu, Rāhula, apakah bentuk-bentuk … … suara-suara… bau-bauan … rasa kecapan … objek-objek sentuhan … fenomena pikiran itu adalah kekal atau tidak kekal?”—“Tidak kekal, Yang Mulia.” …

“Melihat demikian, Rāhula, siswa mulia yang terpelajar mengalami kejijikan terhadap bentuk-bentuk … kejijikan terhadap fenomena pikiran. Dengan mengalami kejijikan, ia menjadi bosan … Ia memahami: ‘…tidak ada lagi penjelmaan dalam kondisi makhluk apa pun.’”