Saṃyutta Nikāya

19. Kelompok Khotbah tentang Lakkhaṇa

19–21. Sāmaṇerī Jahat, dan seterusnya

… “Di sini, sahabat, sewaktu menuruni Gunung Puncak Hering, Aku melihat seorang sāmaṇerī … seorang sāmaṇera … seorang sāmaṇerī melayang di angkasa. Jubah luar, mangkuk, ikat pinggang, dan tubuhnya terbakar, menyala, dan berkobar sementara ia berteriak kesakitan. Aku berpikir: ‘Sungguh menakjubkan! Sungguh mengagumkan! Bahwa ada makhluk seperti itu; bahwa ada kehidupan dengan bentuk seperti itu!’”

Kemudian Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu sebagai berikut: “Para bhikkhu, ada para siswa yang memiliki penglihatan, memiliki pengetahuan, dalam hal bahwa siswa itu dapat mengetahui, melihat, dan menyaksikan pemandangan seperti itu. Di masa lalu, para bhikkhu, Aku juga melihat sāmaṇerī itu, tetapi Aku tidak mengatakan apa pun tentangnya. Karena jika Aku mengatakannya, orang-orang lain tidak akan memercayaiKu, dan jika mereka tidak memercayaiKu maka itu akan menuntun pada kemalangan dan penderitaan mereka untuk waktu yang lama.

“Sāmaṇerī itu dulunya adalah seorang sāmaṇerī jahat pada masa Pengajaran Buddha Kassapa. Setelah disiksa di neraka selama bertahun-tahun, selama ratusan tahun, selama ribuan tahun, selama ratusan ribu tahun sebagai akibat dari kamma itu, sebagai akibat sisa dari kamma yang sama itu ia mengalami bentuk kehidupan demikian.”