Saṃyutta Nikāya

30. Kelompok Khotbah tentang Supaṇṇa

4–6. Saling Bertentangan (2-4)

Hal yang sama diulangi untuk ketiga jenis supaṇṇa lainnya.

7–16. Dengan Dukungan Perbuatan Memberi (1)

Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā: ‘Yang Mulia, apakah sebab dan alasan mengapa seseorang di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah supaṇṇa yang terlahir dari telur?”

“Di sini, bhikkhu, seseorang bertindak secara saling bertentangan dalam perbuatan melalui jasmani, ucapan, dan pikiran. Ia telah mendengar: ‘Supaṇṇa yang terlahir dari telur berumur panjang, indah, dan berbahagia.’ Ia berpikir: ‘Oh, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, semoga aku terlahir kembali di tengah-tengah kawanan supaṇṇa yang terlahir dari telur!’ Ia memberikan makanan … Ia memberikan minuman … Ia memberikan pakaian … Ia memberikan kendaraan … Ia memberikan kalung bunga … Ia memberikan wewangian … Ia memberikan salep …Ia memberikan tempat tidur … Ia memberikan tempat tinggal … Ia memberikan pelita. Kemudian, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di tengah-tengah kawanan supaṇṇa yang terlahir dari telur.

“Ini, para bhikkhu, adalah sebab dan alasan mengapa seseorang di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah kawanan supaṇṇa yang terlahir dari telur.”