Saṃyutta Nikāya

55. Kelompok Khotbah tentang Memasuki-Arus

53. Dhammadinna

Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Bārāṇasī di Taman Rusa di Isipatana. Kemudian umat awam bernama Dhammadinna, bersama dengan lima ratus umat awam, mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, dan duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, umat awam Dhammadinna kemudian berkata kepada Sang Bhagavā: “Sudilah Bhagavā, Yang Mulia, mendorong kami dan memberikan instruksi kepada kami dengan cara yang dapat menuntun menuju kesejahteraan dan kebahagiaan kami untuk waktu yang lama.”

“Oleh karena itu, Dhammadinna, engkau harus berlatih sebagai berikut: ‘Dari waktu ke waktu kami akan masuk dan berdiam di dalam khotbah-khotbah yang dibabarkan oleh Sang Tathāgata, yang dalam, dengan makna mendalam, bersifat adi-duniawi, berhubungan dengan kekosongan.’ Dengan cara demikianlah kalian harus berlatih.”

“Yang Mulia, tidaklah mudah bagi kami—dengan berdiam di rumah yang penuh dengan anak-anak, menikmati kayu cendana Kāsi, mengenakan kalung bunga, wangi-wangian, dan salep, menerima emas dan perak—dari waktu ke waktu kami harus masuk dan berdiam di dalam khotbah-khotbah yang dibabarkan oleh Sang Tathāgata yang dalam, bermakna mendalam, bersifat adi-duniawi, berhubungan dengan kekosongan. Karena kami kokoh dalam lima aturan latihan, sudilah Bhagavā mengajarkan Dhamma kepada kami lebih jauh lagi.”

“Oleh karena itu, Dhammadinna, engkau harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami akan memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha … pada Dhamma … pada Saṅgha … kami akan memiliki moralitas yang disenangi para mulia, tidak rusak … mengarah menuju konsentrasi.’ Dengan cara demikianlah kalian harus berlatih.”

“Yang Mulia, sehubungan dengan empat faktor Memasuki-Arus yang diajarkan oleh Bhagavā ini, hal-hal ini telah ada dalam diri kami, dan kami hidup selaras dengan hal-hal itu. Karena, Yang Mulia, kami memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha, Dhamma, dan Saṅgha. Kami memiliki moralitas yang disenangi para mulia, tidak rusak … mengarah menuju konsentrasi.”

“Suatu keuntungan bagimu, Dhammadinna! Sungguh suatu keuntungan bagimu, Dhammadinna! Engkau baru saja menyatakan buah Memasuki-Arus.”