Saṃyutta Nikāya

55. Kelompok Khotbah tentang Memasuki-Arus

9. Aula Bata (2)

Sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Ānanda berkata kepada Sang Bhagavā:

“Yang Mulia, bhikkhu bernama Asoka telah meninggal dunia. Bagaimanakah takdirnya, di manakah ia terlahir kembali? Bhikkhunī bernama Asokā telah meninggal dunia. Bagaimanakah takdirnya, di manakah ia terlahir kembali? Umat awam laki-laki bernama Asoka telah meninggal dunia. Bagaimanakah takdirnya, di manakah ia terlahir kembali? Umat awam perempuan bernama Asokā telah meninggal dunia. Bagaimanakah takdirnya, di manakah ia terlahir kembali?”

“Ānanda, Bhikkhu Asoka yang telah meninggal dunia, dengan hancurnya noda-noda, dalam kehidupan ini telah masuk dan berdiam dalam kebebasan pikiran yang tanpa noda, kebebasan melalui kebijaksanaan, mengalaminya untuk dirinya sendiri dengan pengetahuan langsung … lengkap seperti sutta sebelumnya …

“Ini, Ānanda, adalah penjelasan Dhamma, cermin Dhamma, yang dengannya seorang siswa mulia, jika ia menghendaki, dapat menyatakan untuk dirinya: ‘Aku adalah seorang yang telah selesai dengan alam neraka … Aku adalah seorang Pemasuk-Arus, tidak mungkin lagi terlahir di alam rendah, pasti dalam takdir, dengan pencerahan sebagai tujuanku.’”