SUTTA NIPĀTA

HEMAVATA SUTTA

1.9. Sang buddha mengajar Yakkha Sātāgira dan Hemavata

SĀTĀGIRA
Hari ini adalah hari ke lima belas penanggalan lunar—
Uposatha—malam surgawi telah tiba;
Mari kita menghadap Guru Gotama,
Beliau yang termasyhur..

HEMAVATA
Apakah pikiran seorang demikian
Bersikap baik terhadap semua makhluk?
Apakah pemikiran-pemikirannya terkendali
Terhadap apa yang diinginkan, dan yang tidak diinginkan juga?

SĀTĀGIRA
Ya, pikiran seorang demikian
Bersikap baik terhadap semua makhluk.
Pemikiran-pemikirannya terkendali
Terhadap apa yang diinginkan dan yang tidak diinginkan juga.

HEMAVATA
Apakah Beliau adalah seorang yang tidak mencuri?
Apakah Beliau terkendali terhadap makhluk-makhluk?
Apakah Beliau jauh dari kemalasan?
Apakah Beliau mengabaikan jhāna?

SĀTĀGIRA
Beliau adalah seorang yang tidak mencuri,
Beliau terkendali terhadap makhluk-makhluk,
Buddha adalah jauh dari kemalasan,
Beliau tidak pernah mengabaikan jhāna.

HEMAVATA
Apakah Beliau adalah seorang yang tidak berbohong?
Apakah Beliau mengucapkan kata-kata yang kasar dan kejam
Atau mengucapkan fitnah?
Atau seorang yang membicarakan hal yang tidak berguna?

SĀTĀGIRA
Beliau bukanlah seorang yang berbohong,
Juga tidak mengucapkan kata-kata yang kasar dan kejam;
Juga tidak mengucapkan kata-kata fitnah,
Melainkan membicarakan kebijaksanaan yang bermanfaat.

HEMAVATA
Tidakkah Beliau berkeinginan, menikmati,
Dalam pikiranNya tidak melekat?
Apakah Beliau telah mengatasi delusi?
Apakah Beliau memiliki mata yang melihat Dharma?

SĀTĀGIRA
Beliau tidak berkeinginan, menikmati,
Karena pikiranNya tidak melekat.
Beliau telah mengatasi segala delusi,
Buddha memiliki mata yang melihat Dharma.

HEMAVATA
Apakah Beliau telah mencapai pengetahuan sejati?
Apakah perilakuNya sempurna, murni?
Apakah aliran masukNya sekarang telah padam?
Apakah Beliau tidak menjelma kembali?

SĀTĀGIRA
Beliau memang telah mencapai pengetahuan sejati,
dan perilakuNya sempurna, murni,
bagiNya segala aliran masuk telah padam,
Maka Beliau tidak menjelma kembali.

Batin Sang Petapa adalah sempurna,
perbuatanNya dan cara bicaraNya,
Beliau memiliki Pengetahuan sejati dam perilaku—
Beliau dengan benar dipuji.

Batin Sang Bijaksana adalah sempurna,
perbuatanNya dan cara bicaraNya,
Beliau memiliki Pengetahuan sejati dan perilaku—
Engkau dengan benar bergembira.

Batin Sang Bijaksana adalah sempurna,
perbuatanNya dan cara bicaraNya,
Beliau memiliki Pengetahuan sejati dam perilaku—
Baik sekali jika kita menemui Gotama.

Yang tangan dan kakinya bagaikan kijang dan langsing,
Bijaksana, tanpa keserakahan dan memakan sedikit makanan,
Sang Petapa di hutan yang bermeditasi sendirian—
Mari kita menemui Gotama

Yang Agung bagaikan seekor singa yang hidup sendirian,
Di antara segala kenikmatan Beliau tidak mengharapkan,
Mari kita mendekat agar kita dapat bertanya kepada Beliau
Bagaimana membebaskan diri dari perangkap kematian.

O Pewarta Dharma, membabarkannya juga,
Seorang yang telah melampaui hingga pantai seberang segala dharma,
Segala ketakutan dan kebencian telah Engkau atasi sepenuhnya
Kami berdua bertanya kepada Gotama—

HEMAVATA
Apakah yang muncul bersama-sama dengan dunia?
Dengan apakah dunia bergaul akrab?
Apakah yang dilekati dunia?
Mengapakah dunia menderita?

BUDDHA
Dunia muncul bersama-sama dengan enam,
Dengan enam dunia bergaul akrab,
Dunia melekat pada enam,
Maka dunia menderita karena enam.

HEMAVATA
Kemelekatan—apakah itu
Yang dengannya dunia ini menderita?
Ketika ditanya tentang hal ini, sudilah menjawabnya:
Bagaimana agar terbebas dari dukkha?

BUDDHA
Lima kenikmatan indriawi telah diajarkan
Di dunia ini dengan pikiran sebagai yang ke enam,
Setelah melepaskan segala keinginan pada hal-hal itu,
maka terbebaslah dari dukkha.

Jalan keluar dari dunia ini,
“Sebagaimana adanya” telah dinyatakan kepadamu,
Dan kepadamu hal ini Kunyatakan:
maka terbebaslah dari dukkha.

HEMAVATA
Di sini, siapakah yang menyeberangi banjir,
Siapakah yang menyeberangi lautan,
Tanpa pijakan atau penyokong,
Siapakah yang tidak tenggelam?

BUDDHA
Orang itu yang senantiasa bermoral,
Dengan kebijaksanaan, terkonsentrasi baik,
Dengan pikiran terarah ke dalam, penuh perhatian—
Menyeberangi banjir yang sulit diseberangi

Terlepas dari pemikiran-pemikiran keinginan-indriawi,
Segala belenggu terseberangi,
Kenikmatan-dalam-penjelmaan terhancurkan—
Adalah yang tidak tenggelam.

HEMAVATA
Lihatlah Sang Petapa Agung dengan kebijaksanaan mendalam,
Yang melihat makna-makna mendalam, seorang yang tidak memiliki apa-apa
Tidak melekati penjelmaan indriawi, terbebaskan dalam segala cara,
Berjalan di sepanjang jalan setapak para dewa.

Lihatlah Sang Petapa Agung dengan kebijaksanaan mendalam,
Yang melihat makna-makna mendalam, yang menanamkan kebijaksanaan
Tidak melekati landasan-landasan indria dan sangat bijaksana,
Sang maha-tahu, menapak di jalan Para Mulia.

Sungguh pemandangan yang baik bagi kita hari ini,
Suatu fajar yang baik bagi kita, kebangkitan yang baik:
Yang Tercerahkan yang telah kita lihat,
Menyeberangi banjir, bebas dari aliran-masuk.

Seribu Yakkha di sini
Yang berkekuatan besar dan termasyhur,
Mereka semua berlindung kepada—
Engkau, Guru kami yang tiada taranya!

KEDUANYA
Kami akan menjelajahi desa demi desa,
Gunung demmi gunung menghormati Beliau,
Yang Tercerahkan Sempurna, serta
Dharma dari Kesempurnaan Dharma.