SUTTA NIPĀTA

UPASĪVAMĀṆAVAPUCCHĀ

5.7. Pertanyaan Upasīva

UPASĪVA
Sendirian, O Sakya, tanpa penyokong pula,
Aku tidak berani menyeberangi banjir besar ini,
Yang maha-Melihat, sudilah memberitahuku cara
Agar aku dapat menyeberangi banjir ini.

BUDDHA
Dengan penuh perhatian engkau memperhatikan kekosongan,
Mengandalkan “tidak ada apa-apa” untuk menyeberangi banjir,
Tinggalkan perbincangan, lepaskan keinginan-indriawi,
Lihatlah padamnya ketagihan malam dan siang.

UPASĪVA
Orang itu yang tidak melekat pada keinginan-indriawi,
Dengan mengandalkan kekosongan, mengesampingkan yang lannya,
Terbebaskan dalam kebebasan kesadaran tertinggi,
Akankah orang itu tegak, atau jatuh dari ini?

BUDDHA
Orang itu yang tidak melekat pada keinginan-indriawi,
Dengan mengandalkan kekosongan, mengesampingkan yang lannya,
Terbebaskan dalam kebebasan kesadaran tertinggi,
Orang itu akan tegak, tidak jatuh dari ini.

UPASĪVA
Jika orang itu tetap demikian bahkan selama bertahun-tahun,
O Yang-Maha-Melihat, tetapi tetapi tidak jatuh?
Apakah orang itu yang terbebaskan menjadi-sejuk di sana,
Kesadaran lenyap dalam keadaan itu?

BUDDHA
Bagaikan api yang tertiup angin kencang
Telah pergi menuju “tujuan”nya, tidak dapat digambarkan,
Demikian pula Sang Petapa yang “terbebaskan dalam batin dan jasmani”:
Telah pergi menuju Tujuan dan tidak dapat digambarkan.

UPASIVA
Apakah seseorang yang telah mencapai Tujuan tidak eksis lagi?
Atau apakah ia berdiam bebas selamanya?
O Petapa, jelaskanlah ini kepadaku sekarang,
Karena Engkau pasti mengetahui dharma ini.

BUDDHA
Pada seorang yang telah mencapai Tujuan, tidak ada ukuran baginya,
Tidak ada apapun yang dengannya ia dapat dinamai,
Ketika dharma baginya dikosongkan,
Maka kosong pula cara untuk menjelaskannya.