Udāna 7.4

Dutiyasattasuttaṃ 64

Khotbah ke Dua tentang Kemelekatan

Demikianlah yang kudengar: pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, di vihara Anāthapiṇḍika.

Pada saat itu hampir semua orang di Sāvatthī melekat erat pada kenikmatan indriawi, bersenang, tamak, terikat, tergila-gila, dan tenggelam, mereka berdiam setelah sepenuhnya dimabukkan oleh kenikmatan indriawi.

Kemudian Sang Bhagavā, setelah merapikan jubahNya di pagi hari, setelah mengambil mangkuk dan jubahNya, memasuki Sāvatthī untuk menerima dana makanan.

Sang Bhagavā melihat bahwa hampir semua orang di Sāvatthī melekat erat pada kenikmatan indriawi, bersenang, tamak, terikat, tergila-gila, dan tenggelam, mereka berdiam setelah sepenuhnya dimabukkan oleh kenikmatan indriawi.

Kemudian Sang Bhagavā, memahami pentingnya hal ini, pada kesempatan itu mengucapkan ucapan agung ini:

“Dibutakan oleh kenikmatan indriawi, terselimuti oleh jaring, terselimuti oleh selimut ketagihan,
Terikat oleh (Māra) kerabat dari ia yang lengah, bagaikan ikan di mulut perangkap,
Mereka pergi menuju penuaan dan kematian, bagaikan anak sapi yang masih menyusui melekati induknya.”