Udāna 7.5

Lakuṇṭakabhaddiyasuttaṃ 65

Khotbah tentang Bhaddiya si Kerdil

Demikianlah yang kudengar: pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, di vihara Anāthapiṇḍika.

Pada saat itu Yang Mulia Bhaddiya si Kerdil berada persis di belakang sejumlah bhikkhu mendatangi Sang Bhagavā.

Dari kejauhan Sang Bhagavā melihat Yang Mulia Bhaddiya datang persis di belakang sejumlah bhikkhu, buruk, tidak indah dilihat, dan cacat, yang diabaikan oleh hampir semua bhikkhu.

Setelah melihat (hal itu), Beliau berkata kepada para bhikkhu: “Apakah kalian melihat, para bhikkhu, bhikkhu itu dikejauhan persis di belakang sejumlah bhikkhu, buruk, tidak indah dilihat, dan cacat, yang diabaikan oleh hampir semua bhikkhu?”

“Ya, Yang Mulia,”

“Bhikkhu itu, para bhikkhu, adalah seorang yang berkekuatan besar dan berkeagungan tinggi. Tidak ada pencapaian yang dicapai dengan baik yang belum dicapai oleh bhikkhu itu, (termasuk) kebaikan itu yang karenanya putra-putra dari keluarga yang baik dengan benar meninggalkan keduniawian dari kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, akhir kehidupan spiritual yang tak tertandingi, dan ia berdiam setelah mengetahui, secara langsung mengalami, dan mencapainya oleh diri sendiri dalam kehidupan ini.”

Kemudian Sang Bhagavā, memahami pentingnya hal ini, pada kesempatan itu mengucapkan ucapan agung ini:

“Dengan roda yang tanpa cacat, dengan penutup putih, kereta berjeruji tunggal itu melaju,
Lihatlah yang tidak terganggu datang, yang telah memotong arus, yang tidak terikat.”